Biro Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah

Daerah Istimewa Yogyakarta

Artikel


DIY Adalah Show Window dari KKB-PK

Oleh : admin | 04 December 2017

Yogyakarta (28/11/2017) jogjaprov.go.id -  Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Puan Maharani siang tadi, Selasa (28/11)  membuka  Pertemuan Tahunan The  14th International Inter-Ministerial Conference on Population Development di Hotel Hyatt Regency Yogyakarta.  

Dalam kesempatan tersebut Puan mengatakan bahwa, Lima tahun terakhir untuk pertama kalinya dalam sejarah peradaban moderen, terdapat lebih banyak penduduk perkotaan dibanding penduduk di pedesaan.  Saat ini diperkirakan sekitar 54 % persen penduduk tinggal di perkotaan. Namun perkembangan urbanisasi yang begitu cepat harus dapat diisertai dengan interfensi kebijakan yang tepat sehingga terjaga dengan baik derajat kualitas hidup penduduk perkotaan.

Setiap pergerakan manusia tidak hanya membawa dirinya saja, melainkan juga seleuruh hal yang melekat dalam dirinya seperti budaya, perilaku, penyakit dan berbagai hal lainnya. Oleh karena itu kita harus mengelola human mobility dengan baik, mampu memenuhi hak-hak migran dan mencegah poptensi masalah dan konflik di masa depan.  

Kualitas Pembangunan diarahkan untuk bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas dan adil, tandas Kemenko PMK RI.

Sementara itu Gubernur DIY, Sultan HB X dalam kesempatan yang sama antara lain mengemukakan bahwa, DIY adalah Show Window dari KKB-PK secara nasional. Kampung KB adalah salah satu inovasi yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Salah satu contoh adalah Kampung KB Malangrejo yang terletak di Kabupaten Sleman. Dengan karakteristik penduduk dan kawasan wisata yang ada, menjadi rujukan bagi Kabupaten Kota lain.

Ditambahkan pula bahwa, adanya Pusat Informasi Konseling Remaja yang merupakan pelayanan, informasi dan konseling mengenai kesehatan reproduksi yang ada di wilayah ini, pernah menjadi juara di tingkat nasional dan menjadi rujukan daerah lain untuk generasi berencana.

Contoh yang telah dilakukan di Yogyakarta tersebut dapat terus dipertahankan dan menjadi inspirasi bagi penerapan program serupa di daerah lain, baik di Indonesia maupun manca negara. Gubernur DIY berharap acara tersebut dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi positif bagi masyarakat.

Kegiatan tahunan ini berlangsung sejak 26 hingga 30 November 2017 diikuti oleh 250 orang dari 26 negara anggota Participant Population and Development (PPD).

Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain : Wakil Perdana Menteri RRC, Liu Yandong, Direktur Executive UNFPA (United Nations Population Fund), Dr. Natalia Kenem s