Biro Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah

Daerah Istimewa Yogyakarta

Artikel


Sultan Tinjau Wilayah Terkena Banjir Di Bantul dan

Oleh : admin | 04 December 2017

YOGYAKARTA (29/11/2017) jogjaprov.go.id – Hujan yang melanda DIY dalam beberapa hari belakangan dampak dari siklon tropis cempaka, yang mengakibatkan banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah DIY. Gubernur DIY, Sri Sultan HB X yang didampingi oleh Wakil Gubernur DIY Paku Alam X, beserta rombongan langsung meninjau lokasi- lokasi banjir pada Rabu (29/11).

Lokasi pertama yang di kunjungi Sultan HB X yaitu jembatan Nambangan yang berada di Sungai Opak yang terputus oleh terjangan banjir, jembatan ini menghubungkan dua desa yakni Seloharjo dan Srihardono Pundong Bantul.

Selanjutnya Sultan HB X beserta rombongan mendatangi Balai Desa Kebonagung Imogiri dan disambut langsung oleh Bupati Bantul Suharsono. Sultan berjalan kaki meninjau lokasi pengungsian di gedung olahraga Kebonagung, yang berjarak sekitar 50 meter dari Balai Desa Kebonagung. Setelah selesai mengunjungi posko pengungsian, Sultan menghimbau kepada Bupati Bantul untuk segera mengeluarkan surat edaran sebagai dasar Bupati untuk menyerahkan bantuan.

Setelah selesai meninjau posko banjir di Kebonagung, Sultan HB X beserta rombongan  langsung menuju Desa Rejosari, Kecamatan Tanjungsari, Gunung Kidul, yang menjadi salah satu titik terkena banjir. Sultan disambut oleh Bupati Gunung Kidul Hj. Badingah,S.Sos kemudian langsung menuju lokasi banjir di SMKN 1 Tanjungsari. Luapan air di area ini mencapai ketinggian hingga 1,5 - 2 meter. Sultan HB X meninjau lokasi banjir dengan menggunakan perahu karet sejauh 300 meter, untuk melihat langsung area yang terkena banjir.

Banjir yang melanda Desa Rejosari diduga karena tiga lokasi penampungan air meluap, dan selain itu disebabkan oleh tumpukan sampah yang menyumbat aliran air. Aktivitas belajar mengajar di dua sekolah lokasi banjir sementara diliburkan, mengingat luapan air yang masih tinggi.

Setelah meninjau lokasi banjir, Sultan HB X hari ini mengeluarkan SK Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta tentang dinyatakannya siaga darurat. Kemudian Sultan berharap Bupati/Walikota paling lambat tanggal 30/11/2017 mengeluarkan SK Bupati untuk menyatakan daerahnya siaga darurat,  supaya dapat mengeluarkan dana tidak terduga untuk membiayai permasalahan darurat. (rd)